Dana BOS SMPN 2 Klangenan Dipertanyakan, Wali Murid Kecewa: "Jangan Sembunyikan di Balik Status Pensiun

Translate

Dana BOS SMPN 2 Klangenan Dipertanyakan, Wali Murid Kecewa: "Jangan Sembunyikan di Balik Status Pensiun

 "


Cirebon, Senin 12 Oktober 2026 / Galuh Pakuan Nusantara.com — Rasa kecewa mendalam disampaikan para wali murid di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Klangenan, Kabupaten Cirebon. Pasalnya, hingga saat ini sejumlah fasilitas sekolah dinilai belum memadai, sementara penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum terlihat jelas peruntukannya.


Salman, salah satu wali murid kelas 2, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, bangku sekolah hingga sarana penunjang belajar terlihat belum ada perbaikan yang berarti.


"Sudah lama kami tunggu, tapi tidak ada pembelian bangku. Sarana pun terabaikan, tidak ada fasilitas yang diperbaiki. Segala kegiatan sekolah pun masih dipungut biaya patungan, seperti kegiatan kemah dan acara lainnya. Rasanya berat bagi kami orang tua," ujar Salman.


Yang semakin membuat bingung para wali murid adalah jawaban yang disampaikan ketika mereka mempertanyakan hal tersebut kepada pihak sekolah.


"Lucu sekaligus menyedihkan, saat kami tanya soal dana dan kondisi sekolah, jawabannya: kepala sekolahnya sudah pensiun. Padahal alasan itu dirasa belum cukup untuk menjelaskan ke mana dana itu digunakan. Apakah urusan sekolah selesai begitu saja karena seorang kepala sekolah sudah pensiun?" ungkap Salman.


Belum lagi, setiap tahun saat masa daftar ulang, masih ditemukan adanya pembayaran-pembayaran yang rinciannya tidak jelas bagi para wali murid. Hal ini menimbulkan keraguan dan pertanyaan besar di tengah masyarakat.


Para wali murid memohon agar Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon turun langsung meninjau kondisi di lapangan, menelusuri transparansi penggunaan Dana BOS, serta menuntut penjelasan yang jelas dan terbuka dari pihak pengelola sekolah saat ini.


"Jangan anggap karena kepala sekolah sudah pensiun, maka semua urusan selesai begitu saja. Kami berharap dinas terkait segera menindaklanjuti dan meneliti kebenaran informasi ini secara transparan," pungkas Salman mewakili harapan wali murid lainnya.( Dir )