Purwakarta | Galuh Pakuan Nusantara.Com - "Raib nya uang anggaran untuk keperluan Sepak bola khususnya untuk Club Kadita Putri sebesar 75 Juta tak jelas kemana perginya serta tak jelas peruntukan nya dan pihak Disporaparbud seolah olah saling mengelak tidak ingin bertanggungjawab Satu sama lain atas uang anggaran untuk Club Kadita Putri. Hal tersebut di sampaikan H.Yosep saat di konfirmasi di ruang Kabid Olahraga ( 18/09/2024 ).
Saya pengurus Kadita Putri Persipo , bahkan dari mulai pembukaan seleksi pertama pada Agustus 2023 hingga saat ini tidak pernah menerima angaran sepeserpun dari Disporaparud apalagi dari Pemda Purwakarta. Namun ketika kami mengajukan anggaran untuk kepentingan pembinaan dan pelatihan bagi Club Kadita Putri sebesar 100 juta (secara bersama sama ) itu di ACC,yang saya sesalkan ketika pencairan kami pengurus tidak di beri tahu apalagi saat anggaran tersebut Saya mendengar Sudan di cairkan,,Kami pun tidak oernah di beritahu, ucapnya, Jum,at ( 20/09/2024 ).
Namun,saat saya mengetahui bahwa uang anggaran untuk kepentingan Club Kadita Putri Persipo telah di cairkan oleh Bendahara Disporaparbud, Kami hanya sebatas menerima catatan yang ada di amplop saja dan uang anggaran tersebut hilang entah kemana.
Saya menduga anggaran untuk kepentingan Club Kadita Putri Persipo itu tadinya uang anggaran tersebut hanya di pakai oleh mereka bertiga Sana ya it u Olen, (Kabid Enjang Kosasih ,bendahara Endan dan Ahmad Syah) yang faham Dan menikmati anggaran itu. Jadi sebenarnya, kemana uang anggaran untuk kepentingan Club Kadita Putri itu di pos pos kan,dan ketika saya konfirmasi mereka terkesan saling lempar tanggung jawab.sementara rincian penerima di situ tercatat Bendahara 15 jt plus 1,65jt,Kabid 5,6jt,sedangkan sisa nya kemana.Itu anggaran untuk kepentingan pembinaan dan pelatihan semua anak anak pemain orang tua dan pengurus tahu peruntukannya,sedangkan kapasitas mereka menerima uang itu sebagai Apa, Kata.Hy, heran..?? Saat mengklarifikasi soal anggaran untuk kegiatan Club Kadita Putri di ruang Kerja Kabid Eko Rabu ( 18/09/2024 ).
Mengingat anggaran uang untuk Pelatihan dan Pembinaan untuk Club Kadita Putri Persipo tersebut sangat di butuhkan dan terkesan pihak Disporaparbud saling lempar tanggungjawab, harapan itu Pupus dengan menyisakan berbagai pertanyaan yang penuh dengan kecurigaan kepada para oknum pejabat di lingkungan Disporaparbud.
Anggaran tersebut, tadinya akan kami pergunakan untuk kepentingan para Atlet Club Kadita Putri Persipo Namun, entah apa yang terjadi, harapan tersebut berantakan akibat di duga Ada Oknum pejabat yang memanfaatkan situasi."ucap, HY."
Atas dugaan issu yang begitu santernya oknum Kepala Bidang harus berani mempertanggungjawabkan perbuatan nya di hadapan hukum, sebab Kami berencana akan melaporkan oersoalan ini kepada penegak Hukum. Karena Oknum para pejabat ini di duga telah memerintahkan seorang Bendahara untuk segera mencairkan anggaran Club Kadita Putri. Namun, sayang proses pencairan uang untuk pembinaan dan uang pelatihan meski Sudah di cairkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,namun bukan di berikan kepada Club Kadita Putri, tapi malah di duga dijadikan ajang bancakan Olen para oknum Dinas Pemuda,Olahraga,, Pariwisata Dan Kebudayaan ( Disporaparbud ), tegasnya."
Padahal, anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Bidang Olahraga itu sudah dicairkan, akan tetapi bukan untuk pembinaan atau pelatihan Club Kadita Putri Persipo, melainkan untuk dibagi-bagikan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengurus di Club Kadita Putri Persipo Purwakarta, yang meminta indetitasnya dirahasiakan kepada media Galuh Pakuan Nusantara.Com, saat ditemui di rumahnya Jum,at ( 20 September 2024 )."
Narasumber mengatakan, anggaran pembinaan dan pelatihan Club Kadita Putri Persipo dicairkan oleh oknum- oknum Disporaparbud tanpa memberitahu pengurus Club, hingga mengakibatkan club Kadita Putri Persipo terancam bubar,tegasnya."
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporaparbud Purwakarta, Enjang Kosasih, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari bendaharanya terkait pencairan anggaran pembinaan dan pelatihan Club Kadita Putri Persipo.
"Demi Allah saya bersumpah, tidak pernah menerima uang sepeser pun dari bendahara. Apalagi uang sebesar Rp 23 juta, sepeser pun tidak ada saya kebagian dari uang anggaran pembinaan itu," kata Eko sapaan akrabnya, kepada media Galuh Pakuan Nusantara.com pada Selasa (!17/09/ 2024 ).
Kabid Eko saat di konfirmasi Pemilik media Online Galuh Pakuan Nusantara bersama Pak AgusYasin
Namun, Ia mengakui telah meminjam uang dari saudara AS selaku Sekertaris Persipo sebesar Rp 4,5 juta untuk kepentingan anak saya yang sedang kuliah"
Saya tidak menerima uang sebesar Rp 23 juta. Tapi saya meminjam uang dari bendahara sebesar Rp 4,5 juta. Itu pinjaman ya," ujarnya. Nanti Uang yang saya pinjam itu akan saya bayarkan langsung kepada saudara HY,saat saya sudah punya rejeki, ucap,Kabid."
Iya benar,pak. Saya memerintahkan melakukan Pencairan kepada Bendahara, terlepas hasil oret oretan itu dapat Bendahara bukan oretan- oretan saya, namun saya juga merasa lalay Dan saya juga tahu,bahwa AS itu selaku Sekertaris di Persipo makanya uang sebesar 25 juta Rupiah itu, Saya menyuruh kepada Bendahara untuk di serahkan kepada saudara AS sebesar 25 juta rupiah, Kata Eko sapaan akrabnya."
Ditempat terpisah, Bendahara Bidang Olahraga Disporaparbud Purwakarta, berinisial E, ketika dimintai keterangannya di ruang Kabid pada Hari Rabu 18 September 2024 bersama HY,mengatakan dengan tegasnya.
Iya benar Pak, Saya telah di perintahkan oleh Pak Kabid Eko untuk segera mencairkan anggaran uang tersebut dan Pak Kabid juga telah menandatangani Surat Perintah Membayar ( SPM ) tegas E selaku bendahara pada Dinas Disporaparbud. Setelah Uang anggaran tersebut di cairkan Sebesar 75 Juta. Lantas, Uang tersebut di serahkan kepada AHDS sebesar 25 Juta Rupiah. Pak Kabid 5 juta Rupiah, PPN 7.432.000,00, PPH. 1.351.351,00. Sisa RP.66.712.622,000,00. Benders CV 10% sebesar RP. 6.621.622,00 kemudian Dana Talang sebesar RP. 15.000,000,00. Persentase % sebesar. RP. 7.500.000,00. Untuk Pak Kabid sebesar 5.600,000 + Ibu Dan Ofisial 2 Orang Sebesar Rp.6.110,000 serta bagian Bidang sebesar Rp. 6.200,000 jadi total RP.31.985,000,000 Dan sisa anggaran nya sebesar RP.25.363,362,kata Bendahara.
Selain itu, Pak Kabid juga meminjam kepada saya sebesar 5 Juta + 2 Juta,dari Pak AHSH sebesar 5 just,Katanya pinjam juga bahkan hingga hari ini, Pak Kabid belum membayar uang tersebut kepada saya,Ucap Bendahara.
Bagaimana anak-anak bangsa ini bisa maju Dan berkembang, jika Uang pencairan anggaran di nikmati oleh Oknum- oknum yang tidak bertanggungjawab,kata HY.
Catatan Redaksi : Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: red.galuhpakuannusantara@ gmail.com, Terima kasih.
Komentar

