*ANAK MUDA DAN TANTANGAN MELESTARIKAN NASKAH SUNDA KUNO TERGERUS DI JAMAN DIGITALISASI*

Translate

*ANAK MUDA DAN TANTANGAN MELESTARIKAN NASKAH SUNDA KUNO TERGERUS DI JAMAN DIGITALISASI*



_Oleh: Ridwan


Ciamias / Galuh Pakuan Nusantara.com - Generasi muda mendigitalisasi Naskah Sunda Kuno. Melestarikan bukan hanya menyimpan, tapi juga menghidupkan._

Menapaki identitas sebuah negeri tidak cukup dengan hanya bercerita,akan tetapi hatus mempelajari hingga bisa,agar peradaban duku tidak hilang di teln modern nya jaman. Apalagi,saat ini jaman Digitaisasi semakin canggih,bisa saja pelajaran dulu bisa hilang di telan jaman akibat tidak ada yang melestarikan baik budaya,pendidikan maupun nilai nilai yang telah di ajafkan para leluhur terdahulu.


Di perpustakaan dan rumah-rumah sesepuh masih tersimpan naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Carita Parahyangan. Tapi yang bisa baca tinggal sedikit. Yang mau belajar, lebih sedikit lagi.


Ini darurat budaya. Naskah itu bukan kertas tua. Itu GPS jati diri urang Sunda. Di dalamnya ada hukum, etika, cara bertani, cara memerintah.


Tugas anak muda bukan jadi ahli naskah semua. Tugas kita 3: 

1.  *Mendokumentasikan*: Scan, foto, digitalkan sebelum rusak.

2.  *Menerjemahkan*: Ubah bahasa Kawi/Sunda kuno jadi bahasa yang kita pahami.

3.  *Menghidupkan*: Jadikan konten TikTok, komik, podcast. Biar keren.


Galuh Pakuan Nusantara sudah mulai. Sekarang giliran kita. Jangan sampai kita jadi generasi yang mewarisi tanah, tapi lupa sama isi kepalanya.


_Urang Sunda tanpa naskah, ibarat imah tanpa pondasi._

Artinya Orang Sunda tanpa Naskah,ibarat rumah yang tidak memiliki pondasi. Jadi kesimpulan nya harus benar benar memiliki dasa atau pondasi yang kuat agar bisa bertahan sehingga bisa mempertahankan Budaya leluhur yang telah ada sejak berabad abad masehi sebelum nya.



Kami mengusulkan 3 langkah sederhana berbasis nilai Galuh Pakuan:

1.  *Silih Asah*: Latih ASN tentang sejarah dan budaya daerahnya. Pegawai yang bangga dengan daerahnya, akan melayani dengan bangga pula.

2.  *Silih Asih*: Buat standar "senyum, sapa, salam" di setiap kantor pelayanan. Ukur kepuasan warga, bukan hanya jumlah berkas.

3.  *Silih Asuh*: Buka kanal aduan yang benar-benar dibaca pimpinan. Jangan nunggu demo baru turun.


Bangun infrastruktur penting. Tapi jangan lupa membangun peradaban. 


Hatur nuhun. Mugia urang sadayana dipasihan kakuatan pikeun ngawangun Priangan Timur anu leuwih hadé.