Purwakarta / Galuh Pakuan Nusantara.Com - Pekerjaan pemeliharaan pengecatan gedung umumnya berkaitan dengan peningkatan estetika, perbaikan kerusakan seperti cat mengelupas, serta perlindungan struktur dari cuaca. Proyek pemeliharaan ini biasanya mencakup pengecatan eksterior maupun interior, dan pelaksanaannya dapat ditemukan di berbagai fasilitas publik hingga kampus.
Berikut adalah beberapa aspek utama dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan gedung:Tujuan Perawatan: Pengecatan ulang dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi dinding dari pelapukan akibat cuaca, mencegah kebocoran, dan mengembalikan tampilan estetika bangunan.
Tahapan Pelaksanaan: Dimulai dari survei kondisi dinding untuk mengidentifikasi kerusakan, pembersihan permukaan (pengerokan cat lama), penambalan retak, pelapisan cat dasar (anti-bocor/alkali), hingga pengecatan akhir (finishing).
Keselamatan Kerja (K3): Pekerjaan ini sering kali melibatkan area tinggi seperti fasad luar, sehingga pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) standar seperti helm, tali pengaman (harness), dan perancah (scaffolding).
Proses pemeliharaan ini sering kali dilaksanakan secara berkala oleh instansi pemerintah maupun swasta untuk menjaga nilai aset dan kenyamanan penggunaan gedung tersebut. Namun sayangnya,gedung Mpp balai Madukara tersebut terlihat masih layak pakai,sehingga tidak usah menghambur-hamburkan anggaran,jadi terkesan seolah di paksakan. Apalagi,di tengah Efisiensi anggaran,seharusnya Pemda Purwakarta mempertimbangkan kebijakan sehingga bisa selaras dengan kebutuhan,tegas Iwan selaku Aktivis lingkungan sekitar Sabtu ( 23-Mei- 2026 ).
Hal ini perlu di pantau dan patut di curigai,kabarnya anggaran yang menelan hampir 200 Juta ini hanya untuk pelaksanaan pekerjaan Pengecatan ulang dan WC saja dan jika apa yang kami sangkakan benar anggaran nya hanya untuk pemeliharaan Pengecatan dan pemeliharaan WC saja,lalu kenapa bisa menelan anggaran sebesar 194.502.700 Rupiah,tegas Iwan.
Ini persoalan yang perlu di luruskan dan perlu di Audit total,karena kami menduga RAB serta LPJ nya pasti tidak akan sesuai,jadi anggaran yang hampir menelan 200 jutaan ini kami menduga hanya akal akalan saja antara KPA, PA dan PPTK,LPSE serta Pihak pengusaha agar ada keuntungan,tegas nya."
Menurut keterangan warga sekitar kantor Gedung MPP Madukara menyebutkan. Iya Om, kalau nggak salah,ini pengusahanya Pak Super,beliau masih pegawai Pemda juga,orangnya tinggi suka pakai motor Trail atau KLX dan Pak super juga sering ke Madukara setiap hari,katanya.
Pekerjaan rehab pengecatan dan pemeliharaan WC ini kurang lebih sudah berjalan Dua Mingguan,Om. Kami juga punya matematika,Om. Masa iya sih,Gedung MPP Balai Madukara ini kan masih bagus dan masih layaklah,jadi anggaran sebesar 194.502.700 Rupiah ini,kami rasa terlalu besar,Om dan terkesan menghambur-hamburkan anggaran,kata nya Efisiensi nyatanya gedung masih bagus aja,ko sudah ada pemeliharaan,katanya.
Proyek Pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta diduga di dominasi oleh CV.RATU JAYA dan di duga CV.RATU JAYA masih ada korelasi dengan CV yang sangat populer di Purwakarta serta mendominasi proyek,sebab tersiar kabar bahwa pada saat prmilihan Kepala Daerah kemaren Big Bos CV. STJ di duga ikut andil dalam perhelatan Pilkada kemaren. Kadi,pantas saja jika proyek proyek APBD Kabupatrn Purwakarta di duga di dominasi oleh sang Ceo mantan pegawai Negeri yang telah mengundurkan diri karena bermain proyek,keuntungan nya jauh lebih menggiurkan di banding jadi seorang ASN,makanya orang tersebut menyatakan resmi mengundurkan diri dari dunia asn dan mrmilih menjadi Big Bos Proyek Pemda khusus nya.
Bukan hanya itu saja, Big Bos CV.STJ ini juga memiliki banyak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang,maka pantas saja jika pekerjaan proyeknya bail dari Pemkab Purwakarta maupun dari DPRD Purwakarta pasti bakalan punya proyek sebab,Ceo CV.STJ ini sangatlah tajir dan banyak duit,cetusnya.
Sementara,saat Kepala.Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP Rian saat di konfirmasi mengatakan.
Wsslm..abdi teu gaduh..kin senin konfirm ppk heula
Saya gak punya,nanti Senin mau konfirmasi ke PPK dulu,kata Kepala Dinas dan saat Salah satu pengusaha di konfirmasi jawaban nya iya Om itu mah punya Pak Eep dan heran nya,saat H.Eep Supriadi di konfirmasi terkait proyek tersebut pesan WhatsApps nya hanya di baca saja. ( Red )."
Catatan Redaksi : Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, atau Hak Jawab atas berita yang telah di muat di media online Galuh Pakuan Nusantara, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat di klarifikasi serta dapat dikirimkan melalui email: red.galuhpakuannusantara@ gmail.com. Terima Kasih.
Komentar