Purwakarta / Galuh Pakuan Nusantara.com - Gelaran Wisata Kuliner (Wiskul) Purnawarman pada Sabtu malam (03/10/2026) berlangsung meriah. Penampilan memukau dari Sanggar Seni Rampak Kendang Jaga Lembur Pakarang Adat sukses menyedot perhatian para pengunjung dan mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta.
Perwakilan Bidang Kebudayaan Disporaparbud Purwakarta, Jujun, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Ormas Jaga Lembur Pakarang Adat. Menurutnya, inisiatif wadah seni yang merangkul generasi muda dan kalangan pelajar ini sangat krusial bagi keberlanjutan budaya lokal.
“Ruang seperti ini penting untuk menjaga agar kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ujar Jujun di lokasi acara.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Jaga Lembur Pakarang Adat, Farid Arimba, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Disporaparbud Purwakarta, khususnya Kabid Kebudayaan Agus beserta jajaran, yang telah memfasilitasi panggung ekspresi bagi sanggar mereka.
“Bagi kami, ini bukan hanya sekadar tampil, melainkan bagian dari upaya berkesinambungan untuk mengenalkan dan merawat seni budaya kepada masyarakat luas serta generasi muda,” kata Farid.
Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMA Negeri 3 Purwakarta yang memberikan izin serta dukungan penuh kepada para siswanya hasil dari binaan bidang seni budaya jaga lembur Pakarang Adat (Fajar Firmansyah) untuk berpartisipasi aktif dalam pementasan tersebut.
Dukungan senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Jaga Lembur Pakarang Adat, Edo. Ia menilai ajang Wiskul Purnawarman menjadi momentum strategis dalam membuka ruang pembelajaran dan ekspresi bakat seni anak muda.
“Pentas seperti ini harus terus dibuka karena menjadi ruang belajar, berekspresi, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas seni, dan masyarakat dapat terus diperkuat,” jelas Edo.
Sementara itu, Panglima Alan menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal kelestarian budaya Sunda di masyarakat.
“Pentas malam ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Jaga Lembur Pakarang Adat akan terus berada di barisan terdepan untuk mendukung setiap kegiatan pelestarian seni dan budaya,” tegas Alan.
Acara pementasan tersebut turut dihadiri dan dikawal langsung oleh jajaran pengurus teras Jaga Lembur Pakarang Adat, di antaranya Ketua Farid Arimba, Sekjen Edo, Bendahara Azkya, Panglima Alan, serta Bidang Kelembagaan Ayi. Bidang Media informasi Dede lukman, Bidang investigasi Wawan setiawan( Red )
Komentar