Slawi / Galuh Pakuan Nusantara.Com – Minggu, 25 Januari 2026 Pagi itu, suasana di sekitar Polres Tegal terasa berbeda. Seorang perantau asal Tangerang datang dengan wajah lelah dan langkah ragu. Ia tersesat, kehabisan ongkos, dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Tujuannya hanya satu: pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Sragen.
Bagi warga yang menyaksikan, momen itu menjadi bukti nyata bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat. Personel Pamapta I Polres Tegal tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memberikan perhatian dan pelayanan dengan penuh empati. Setelah berkoordinasi, petugas bahkan mengantarkan langsung yang bersangkutan hingga ke Stasiun KAI Slawi agar ia dapat melanjutkan perjalanan pulang.
“Melihat polisi mengantar langsung sampai stasiun, kami benar-benar tersentuh. Ini bukan sekadar tugas, tapi ketulusan,” ungkap salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
Dari cerita pelapor, ia tidak dapat pulang karena gaji selama bekerja di Tangerang belum dibayarkan oleh mandor. Kondisi itu membuatnya terlantar dan kehabisan bekal. Kehadiran Polri menjadi harapan terakhir baginya.
Masyarakat menilai langkah Pamapta Polres Tegal sebagai bentuk kepedulian yang nyata. Di tengah banyaknya cerita tentang sulitnya hidup di perantauan, bantuan kecil namun berarti ini memberikan harapan bahwa masih ada tangan yang mau menolong tanpa pamrih.
“Bagi orang yang tidak punya siapa-siapa, bantuan seperti ini sangat besar artinya. Polisi bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga rasa kemanusiaan,” ujar warga lainnya.
Bagi masyarakat, peristiwa ini bukan sekadar berita. Ini adalah potret Polri yang hadir sebagai pelindung dan pengayom, yang memahami bahwa di balik setiap laporan, ada manusia yang sedang membutuhkan uluran tangan.( Red )
Komentar