Program Tiga Juta tersebut, selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, Program 3 Juta Rumah juga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus membuka akses jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar serta mendorong jalannya ratusan industri di sektor perumahan agar lebih maksimal.
“Kami yakin bahwa Program 3 Juta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian PKP sudah sejalan dengan Program Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang telah di canangkan oleh Presiden H.Prabowo Subianto.
Untuk wilayah Jawa Barat Asosiasi Perumahan Rakyat Indonesia ( ASPRIN ) turut berpartisipasi mendukung Program Strategis Nasional, sesuai Asta Cita
Kami juga mengajak seluruh ekosistem perumahan untuk melaksanakan Program 3 Juta Rumah yang merupakan Pro Rakyat Presiden Prabowo Subianto,” ucap Andi Bagas Saputra saat menyampaikan pernyataan nya usai menggelar rapat Koordinasi.
Rapat koordinasi tersebut di hadiri oleh Tiga Elang Hambalang, Yayasan Arunika Lakshmi Ashirvad, serta Yayasan -Yasan lain nya, pada hari Selasa ( 09/12/2025 )."di Kawasan Hambalang,Kabupaten Bogor."
Andi Bagas Saputra menegaskan,bahwa Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu program pro rakyat dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan di sektor perumahan. Dengan adanya program pembangunan Tiga Juta rumah ini, tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara maksimal, karena banyak sekali industri perumahan yang terlibat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,jadi dampak positif serta manfaatnya akan sangat terasa secara langsung oleh masyarakat."
Melalui program ini, pemerintah sangat serius untuk melaksanakan program rumah bersubsidi sebagai langkah untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Selain itu juga, akan mempertahankan suku bunga KPR FLPP untuk rumah bersubsidi sehingga tidak mengalami kenaikan suku bunga,tegasnya.
“Kita sudah putuskan bahwa suku bunga KPR FLPP untuk rumah subsidi tetap 5 persen. Tetap 5 persen tersebut tidak diubah. Dan pada hari Senin tanggal 29 September 2025 telah melakukan launching sebanyak 25.000 rumah subsidi yang lokasinya ada di Bogor dan di buka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara lokasinya ada sekitar 100 titik di 35 provinsi,” katanya.
Adanya peningkatan kuota FLPP sebanyak 350.000 unit rumah tahun ini juga akan mampu menyerap tenaga kerja. Apabila satu unit rumah dikerjakan oleh minimal 5 orang tenaga kerja tentunya akan mampu menyerap 1,75 juta tenaga kerja serta membuka banyak usaha kecil di sekitar lokasi pembangunan perumahan.
Saat ini, Kementerian PKP bersama mitra kerja juga terus mendorong sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan melalui Kredit Program Perumahan. Dalam waktu dekat Kementerian PKP juga akan menyampaikan berapa jumlah hasil Pembangunan serta terobosan dan inovasi di sektor perumahan.
“Rumah subsidi itu bisa buat ART, ada buat Ojek, ada buat pekerja informal ya. Kita yakin bahwa Pembangunan rumah ini harus ada manfaatnya dan adanya KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan terus disosialisasikan kemarin di Jakarta, Jawa Barat dan Makassar serta wilayah lain di Indonesia. Kita juga akan sampaikan nanti serapannya pada waktunya kita laporkan hasil pembangunnya, ya,” ungkapnya." ( Red )."
Komentar
