GEMA SUNDA Beserta Para Tokoh Sesepuh Menggelar Do,a Bersama di Makom Rd.Adipati Soerianata

Translate

GEMA SUNDA Beserta Para Tokoh Sesepuh Menggelar Do,a Bersama di Makom Rd.Adipati Soerianata


PURWAKARTA | GALUH PAKUAN NUSANTARA.COM - Adat Istiadat atau Budaya untuk mengenang jasa para leluhur memang di jaman yang semakin modern ini sangatlah susah dan jarang di lakukan oleh kebanyakan orang pada umum nya. Namun, tidak sedikit juga yang masih melakukan kegiatan Do,a bersama untuk mengenang, memelihara,melestarikan serta menjaga keramat dan peninggalan yang masih sempat di abadikan oleh beberapa orang. 

Di malam kedua setelah melewati malam satu suro, Gema Sunda berikut seluruh jajaran dan di dampingi oleh Kepala Desa Babakan, Sesepuh Desa Babakan, Keluarga besar serta Aparatur Pemerintahan masyarakat setempat rencana nya akan menggelar Do,a bersama di Makam Rd. Adipati Soerianata atau yang lebih di kenal dengan sebutan EYANG DALEM SANTRI dan di Makam EYANG DALEM SHOLAWAT."





Adapun, kegiatan tersebut di awali oleh Pembukaan Acara pada pukul 19.20-1930 oleh Kepala Desa Babakan, kemudian pada pukul 19.30 - 19.40 Wib, acara tersebut akan di lanjutkan Pemberangkatan ke lokasi Haol dan Do,a bersama yang di pusatkan titik kumpul di Ponpes Miftahul Ulum Babakan, Wanayasa,Kabupaten Purwakarta. 

Kemudian pada pukul 19.40 - 21.00 Wib menggelar pelaksanaan Do,a Bersama di Makam Eyang Dalem Santri atau Rd. Adipati Surianata, Do,a tersebut akan di  pimpin oleh Sesepuh Desa Babakan.





Pukul 21.00 - 21.30 Wib, Keluarga Besar memberikan ucapan dan memberikan Sekapur sirih di Makam Ayang Dalem Santri dan Makam Eyang Dalem Sholawat.Usai melaksanakan rangkaian  Kegiatan di Makam tersebut, kemudian acara di lanjutkan dengan Ramah tamah di Ponpes Miftahul Ulum Babakan Wanayasa bersama Aparatur Pemerintahan dan seluruh Masyaajatbyang menghadiri kegiatan tersebut dan di hadiri oleh pihak GEMA SUNDA.

Saat Pj. Desa Babakan membuka acara tersebut, belaiu ( Pj. Kepala Desa ) mengatakan. Saya atas nama Pemerintahan Desa Babakan,Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta Jawa Barat sangat berterima kasih sekali kepada seluruh steackholder yang ada di lingkungan masyarakat Desa Babakan dan khususnya untuk seluruh Jajaran GEMA SUNDA di bawah komando Farid Arimba.


Kepala Desa Babakan mengucapkan syukur dan terimakasih sekali kepada GEMA SUNDA Khususnya dan umum nya kepada para pemangku kebijakan serta masyarakat sekitar , uga kepada pemerintahan Kabupaten Purwakarta yang telah mendukung program yang telah ada hingga ada acara Napak Tilas,Rabu ( 19 /07/ 2023 ).


H.Aming selaku Wakil Bupati Purwakarta mengucapkan kepada Kepala Desa Babakan, Kepala Desa  Kepada para pengurus GEMA SUNDA beserta jajaran, Ketua SIGAP dan para tokoh Agama juga tokoh masyarakat. Mudah-mudahan kita semua sebagai warga Purwakarta kita setelah pemerintahan pindah ke Purwakarta bisa menuju lebih baik lagi dsn mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan demi kelancaran semua terutama untuk Desa Babakan semoga bisa menjadi Desa Wisata Religi setelah tahu ada Makom Leluhur, karena bisa saja setelah tahu bisa menarik para wisata dan lain sebagainya, ucap H.Aming.

Keluarga besar Eyang Dalem Santri juga mengucapkan terimakasih sekali kepada GEMA SUNDA beserta Jajaran dsn kepada Wakil Bupati Purwakarta, Sekretariat Dewan, Pembina Gena Sunda, para Kepala Desa Yang Hadir juga kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di lingkungan sekitar. Semoga kita semua di berikan umur yang panjang, rejeki yang berlimpah, ucapnya."

Menurut Rd.Ramlan Samsuri Kusuma Wijaya.SE.CLA selaku Pembina di GEMA SUNDA dan Pembina LIN juga di beberapa Organisasi lain nya dalam sambutan nya Memaparkan terkait tentang kalimat SAMPURASUN RAMPES "

Mengartikulasikan kalimat atau arti dari kata sampurasun rampes tersebut yaitu :  "Hampura insun" tidak bisa sempurna di hadapan Tuhan Yang Maha Esa tetapi saya bersama mahluk ciptaanya sama sama sempurna makanya bisa di sebut sejajar.
Intinya arti sampurasun itu saya sesama manusia itu tingkatannya sama yaitu sejajar.






Kalo Rampes sebelum nyubit orang lain cubit dulu diri sendiri...sakit tidak
Intinya kita tidak boleh suka menyakiti orang lain kalo tidak mau disakiti. Karena
 Kita hidup harus damai...karena Islam mengajarkan kedamaian bukan Perpecahan. 
Kalo kita sudah damai berarti selamat...kalo selamat berarti kita merdeka. 
Jadi masuk dalam istilah" asah asih asuh silih sesengitan "
Jadi kalo kita sudah merdeka akan terang hidupnya...kita harus asah asih asuh harus silih sesengitan Jadi caang itu cahaya...cahaya itu Sunda
Jadi barang siapa yang mengaku orang Sunda harus bisa memberi cahaya kepada orang lain dan harus bisa menerima cahaya orang lain tapi harus memiliki cahaya sendiri supaya jangan hilang pamor,Citra atau pangacian itu yang di sebut karakter. Jadi ini seandanya satu alam dunia tahu arti dari kalimat salam sampurasun Rampes pasti alam dunia damai.

Soalnya kalo sesepuh Sunda itu semuanya juga di berikan simbol atau semacam siloka
Sesepuh Sunda itu tidak terus terang atau Jarang pulgar saat mengatakan sesuatu dan semua nya juga ada tata Titi nya yang mengerti ke jati dirinya. Selain itu, kita juga harus bisa mengaca pada diri sendiri baru selebihnya mengaca kepada orang lain, tegas Rd,Ramlan Samsuri Kusuma Wijaya,SE, CLA. 

Mengenai pemaparan terkait Kalimat Sampurasun Rampes ini semoga kita dapat memahami nya serta bisa menjalankan nya di kehidupan sehari hari kita sesuai ajaran SUNDA. 





Demikian yang bisa saya sampaikan dan mohon maaf bukanya saya mau menggurui ke yang lebih hebat
Tapi hayu bersama sama kita saling asah asih asuh mari kita saling memberikan kebaikan agar wangi dan damai.( Red )